Skip to main content

Sticky Advertisement

Sinergi Kampus, Alumni dan Mitra Strategis Perkuat Rencana Pengembangan Technopark Universitas Riau



Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA UNRI) Wilayah Jabodetabek dan Sekitarnya menginisiasi rapat koordinasi strategis untuk memperkuat rencana pengembangan Technopark di kampus Universitas Riau. Kegiatan iyang berlangsung pada Kamis (23/7) merupakan kolaborasi strategis yang melibatkan Universitas Riau, United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC), Pemerintah Provinsi Riau, DPRD Provinsi Riau, serta jaringan alumni nasional dan internasional. 

Pertemuan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini menjadi forum awal dalam membangun sinergi lintas pemangku kepentingan guna memperkuat peran Universitas Riau sebagai pusat inovasi yang mampu mendorong pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi global. Selain itu juga dibahas peluang keanggotaan Provinsi Riau dalam jejaring UCLG ASPAC.

Ketua IKA UNRI Jabodetabek dan Sekitarnya, Agustaviano Sofjan, mengatakan pertemuan pada Kamis (23/7) tersebut merupakan lanjutan atas pembahasan awal yang telah dilakukan pada Juni lalu. Menurut Agustivano, IKA UNRI Jabodetabek sangat menaruh minat dalam pengembangan Technopark sebagai bagian dari upaya memajukan inovasi dan daya saing Universitas Riau. 

Pertemuan hari itu dihadiri oleh Rektor Universitas Riau Prof. Dr. Hj. Sri Indarti, S.E., M.Si., Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi, Prof. (H.C.) Dr. Ir. Bambang Susantono, MCP, MSCE, Ph.D., Kepala DPMPTSP Provinsi Riau Vera Angelika O.K., S.T., M.T., Anggota DPRD Provinsi Riau H. Abdullah, S.Pd. Selain itu juga hadir Ketua Umum IKA Universitas Riau Wan Muhammad Hasyim, Ketua ALUMNAS Dr. Jimmy Gani, jajaran pimpinan Universitas Riau, serta pengurus IKA UNRI Jabodetabek dan Sekitarnya.

Ekosistem Inovasi untuk Hilirisasi Riset 

Dalam pemaparannya, pengurus IKA UNRI Jabodetabek Afri Asnelly Idroes menjelaskan gagasan pendirian Technopark Universitas Riau dilandasi kebutuhan untuk membangun sebuah ekosistem inovasi yang mampu menghubungkan universitas, pemerintah, dunia usaha, investor, lembaga riset, dan masyarakat. Technopark dipandang bukan sekadar kawasan fisik, melainkan sebuah sistem kolaborasi yang memungkinkan hasil-hasil penelitian kampus dapat dihilirisasikan menjadi produk, teknologi, layanan, maupun perusahaan rintisan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi daerah. 

Afri juga menjelaskan bahwa pengembangan Technopark UNRI dirancang dengan mengacu pada berbagai praktik terbaik dunia, sekaligus disesuaikan dengan potensi dan karakteristik Provinsi Riau. Sebagai bagian dari pembelajaran, materi presentasi juga mengulas sejumlah contoh technopark internasional, termasuk pengalaman Tsinghua University melalui TusPark yang berhasil membangun ekosistem inovasi dengan dukungan universitas, industri, investor, dan pemerintah. 

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah technopark tidak hanya ditentukan oleh pembangunan gedung atau kawasan, tetapi oleh kemampuan menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan antara riset, dunia usaha, pembiayaan, serta pengembangan talenta. Atas dasar itu, Universitas Riau diharapkan mampu membangun model technopark yang sesuai dengan potensi daerah sekaligus mampu terhubung dengan jejaring inovasi nasional maupun internasional.

Dalam paparannya, Afri menjelaskan roadmap yang menggambarkan tahapan pengembangan Technopark Universitas Riau secara bertahap. Pada tahap awal dimulai dari penyusunan visi, studi kelayakan, dan masterplan, dilanjutkan dengan pembentukan kelembagaan, penyusunan regulasi, pembangunan kemitraan, penyediaan fasilitas inovasi, hingga operasional penuh sebagai pusat komersialisasi riset, inkubasi startup, dan pengembangan teknologi. 

“Melalui tahapan tersebut, Technopark Universitas Riau diharapkan menjadi simpul inovasi yang memperkuat daya saing universitas sekaligus mendorong transformasi ekonomi berbasis pengetahuan di Provinsi Riau,” ujar Afri. 

Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Hj. Sri Indarti, menyampaikan apresiasi kepada IKA UNRI Jabodetabek atas inisiatif yang dinilai sangat strategis bagi masa depan universitas. Menurutnya, gagasan pengembangan technopark merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap kemajuan almamater. 

Rektor menjelaskan implementasi technopark memerlukan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, karena keberhasilannya tidak mungkin diwujudkan hanya oleh satu institusi. Ia berharap gagasan yang telah diinisiasi dapat terus dikembangkan hingga menjadi program nyata yang mendukung pengembangan Universitas Riau pada masa mendatang.



Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan Technopark 

Dukungan kuat juga datang dari Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi. Ia menilai Universitas Riau memiliki berbagai keunggulan strategis, mulai dari luas lahan kampus yang sangat memadai hingga posisi geografis Riau yang berada di kawasan Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan internasional tersibuk di dunia. 

Menurutnya, kondisi tersebut memberikan peluang besar bagi pengembangan technopark yang mampu menjembatani kerja sama regional maupun internasional. UCLG ASPAC menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi proses kolaborasi apabila Pemerintah Provinsi Riau berminat memperkuat kerja sama melalui organisasi tersebut, sekaligus menyampaikan dukungan penuh terhadap pendirian Technopark Universitas Riau.

Dari perspektif pemerintah daerah, Kepala DPMPTSP Provinsi Riau menyampaikan bahwa Provinsi Riau sebenarnya pernah merintis technopark berbasis hilirisasi kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan. Namun, inisiatif tersebut tidak berlanjut sehingga menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya kesinambungan kelembagaan dan kepemimpinan. 

Menurutnya, inisiatif yang lahir dari perguruan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk berkelanjutan karena didukung oleh riset, sumber daya manusia, dan ekosistem akademik. Dengan potensi perkebunan, pertanian, pertambangan, serta industri pulp dan paper, Riau dinilai memiliki modal besar untuk mengembangkan inovasi dan hilirisasi komoditas. 

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Riau menambahkan bahwa pembangunan technopark sejalan dengan berbagai agenda pengembangan kampus yang saat ini sedang berlangsung. Menurutnya, technopark dapat menjadi wadah pengembangan riset mengenai pengelolaan ekosistem gambut, wilayah pesisir, kebencanaan, perubahan fungsi lahan, dan isu-isu lingkungan lainnya yang menjadi karakteristik Provinsi Riau. Karena itu, aspek keberlanjutan lingkungan perlu menjadi bagian penting dalam desain pengelolaan technopark di masa mendatang.

Masukan strategis juga disampaikan oleh Prof. (H.C.) Dr. Ir. Bambang Susantono. Ia mengingatkan bahwa terdapat beberapa pertanyaan mendasar yang harus dijawab sejak awal, antara lain mengenai model kelembagaan technopark, sumber pembiayaan, kepastian hukum bagi investor, pengembangan talenta, serta keberlanjutan pengelolaan. 

Menurutnya, technopark tidak boleh dipahami hanya sebagai pembangunan kawasan atau gedung, tetapi harus menjadi ekosistem yang mampu menjembatani hasil riset dengan kebutuhan industri. Ia juga menekankan pentingnya mempelajari keberhasilan maupun tantangan berbagai technopark di Indonesia agar Universitas Riau dapat memilih model yang paling sesuai dengan karakteristik dan keunggulan daerahnya.

Menanggapi isu investasi, DPMPTSP Provinsi Riau menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah menyusun regulasi penanaman modal yang diharapkan menjadi payung hukum bagi investasi di Provinsi Riau. Regulasi tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan kepastian bagi investor sekaligus memperkuat iklim investasi yang mendukung pengembangan technopark maupun sektor-sektor strategis lainnya.

Komitmen dari jaringan alumni juga mengemuka dalam diskusi. Ketua ALUMNAS menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Technopark Universitas Riau dan menyampaikan kesiapan melibatkan jejaring alumni Indonesia di luar negeri. Menurutnya, pembentukan steering committee, organizing committee, tim perumus, dan tim pelaksana menjadi langkah penting agar gagasan besar ini dapat diwujudkan secara sistematis. 

Ia juga menyatakan  bahwa pembangunan technopark harus diiringi dengan pengembangan sumber daya manusia sehingga mampu melahirkan talenta-talenta unggul yang menjadi motor inovasi.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Riau H. Abdullah menyampaikan bahwa pembahasan mengenai peluang kerja sama dengan UCLG ASPAC telah dikomunikasikan dengan Gubernur Riau. Pemerintah Provinsi Riau dijadwalkan memberikan tindak lanjut pada awal Agustus sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan dan penyampaian respons resmi kepada UCLG ASPAC.

Menutup rangkaian diskusi, Penasehat IKA UNRI Jabodetabek dan Sekitarnya, Dr. Djonieri, menyatakan keberhasilan pengembangan Technopark Universitas Riau hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kolaboratif antara alumni, universitas, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai mitra strategis. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan technopark sebagai pusat inovasi yang tidak hanya meningkatkan daya saing Universitas Riau, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi, investasi, hilirisasi industri, serta kesejahteraan masyarakat Provinsi Riau.


Post a Comment

0 Comments