Skip to main content

Sticky Advertisement

Rupiah dan Kedaulatan Negara: Mendalami Kembali Makna Uang dalam Perspektif Kebangsaan


 

Ditengah gejolak ekonomi global akibat konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran yang berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah, perhatian kita terhadap mata uang Republik Indonesia secara tidak langsung juga turut meningkat. Dinamika nilai tukar rupiah dan gejolak harga barang saat ini seperti memberi tekanan kepada batin untuk terus mempertanyakan nilai rupiah yang kita miliki. Disisi lain, semakin maraknya digitalisasi dan transaksi non tunai juga menghadirkan pertanyaan-pertanyaan tentang masa depan uang dan uang rupiah Republik Indonesia. Bagaimanapun situasi ekonomi global dan domestik yang dihadapi, kecintaan kita terhadap  negara Indonesia harus tetap tumbuh,  salah satunya dapat direpresentasikan melalui  penggunaan rupiah, di wilayah manapun kita  berada.

Dalam diskursus ekonomi modern, uang umumnya dipahami sebagai alat tukar yang memfasilitasi transaksi dan aktivitas ekonomi. Berbagai pendapat dan pertanyaan bisa muncul dalam konteks sistem pembayaran modern, tetapi sejenak,  kita fokuskan fikiran pada menggali kembali makna uang dalam persepektif  yang berbeda. Satu buku yang ditulis oileh Tim Penulis BI Institute :  Nawiyanto, Tony N. Tjahjono, dan Mirza Ardi Wibawa,   Rupiah untuk Kedaulatan Negara menawarkan perspektif yang lebih luas tentang uang, bahwa uang, khususnya rupiah, memiliki dimensi strategis sebagai simbol dan instrumen kedaulatan negara.

Buku ini tidak hanya menyajikan sejarah perkembangan sistem moneter di Indonesia, tetapi juga mengungkap relasi erat antara uang, kekuasaan, dan identitas nasional dalam lintasan sejarah yang panjang.

Uang sebagai Representasi Kedaulatan

Dalam perspektif akademis, uang tidak sekadar berfungsi secara ekonomis, melainkan juga memiliki dimensi politik. Sejak masa kolonial, pemerintah Hindia Belanda telah menyadari pentingnya kontrol terhadap sistem moneter sebagai bagian dari strategi penguasaan wilayah. Kebijakan “guldenisasi” yang dilakukan pada masa itu bertujuan untuk menjadikan gulden sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah, sekaligus memperkuat legitimasi kekuasaan kolonial.

Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan terhadap mata uang merupakan bagian integral dari penguatan kedaulatan suatu entitas politik.

Peran Rupiah dalam Sejarah Perjuangan Bangsa

Perjalanan sejarah Indonesia memperlihatkan bahwa uang memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan. Penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada masa revolusi tidak hanya dimaksudkan untuk menstabilkan ekonomi, tetapi juga sebagai simbol eksistensi dan legitimasi Republik Indonesia di tengah upaya kolonial untuk kembali berkuasa.

Dalam konteks ini, uang berfungsi sebagai instrument of revolution, yaitu alat yang mendukung perjuangan politik sekaligus memperkuat identitas nasional.

Tantangan Kedaulatan di Era Kontemporer

Buku ini juga menggarisbawahi bahwa persoalan kedaulatan melalui uang tidak berhenti pada masa lalu.  Fenomena  masih  ditemukannya penggunaan mata uang asing  di beberapa wilayah perbatasan Indonesia, di mana penggunaan mata uang asing lebih dominan dibandingkan rupiah menjadi kondisi yang perlu menjadi perhatian bersama. Hal ini menunjukkan bahwa kedaulatan moneter masih menghadapi tantangan nyata, terutama dalam konteks globalisasi ekonomi.

Rupiah dalam Dinamika Digitalisasi Ekonomi

Perkembangan teknologi digital dan sistem keuangan global semakin memperumit lanskap moneter. Munculnya instrumen keuangan digital, termasuk mata uang kripto dan sistem pembayaran lintas negara, berpotensi menggeser peran uang konvensional.

Dalam situasi ini, pemahaman terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan menjadi semakin penting. Literasi masyarakat mengenai fungsi, nilai, dan makna rupiah perlu terus ditingkatkan agar kepercayaan terhadap mata uang nasional tetap terjaga.

Refleksi bagi Alumni dan Masyarakat Akademik

Sebagai bagian dari komunitas akademik dan profesional, alumni Universitas Riau memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kedaulatan ekonomi. Buku ini mengajak pembaca untuk tidak hanya memahami rupiah sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai representasi nilai-nilai kebangsaan.

Pemahaman tersebut sejalan dengan semangat “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” yang terus dikampanyekan oleh Bank Indonesia. Dengan kesadaran ini, diharapkan masyarakat—termasuk alumni—dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat kedaulatan negara.

Pada akhirnya, Rupiah untuk Kedaulatan Negara memberikan refleksi penting bahwa uang adalah lebih dari sekadar instrumen ekonomi. Ia merupakan simbol kehadiran negara, alat legitimasi kekuasaan, sekaligus medium yang mengikat identitas kolektif bangsa.

Memahami rupiah berarti memahami sebagian dari perjalanan dan kedaulatan Indonesia itu sendiri. Oleh karena itu, menjaga keberadaan dan kepercayaan terhadap rupiah bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Yukk...cintai rupiah, cintai Indonesia

https://www.bi.go.id/id/bi-institute/publikasi/Documents/Buku-Rupiah-untuk-Kedaulatan-Negara.pdf

 

 

 

Post a Comment

0 Comments