Skip to main content

Sticky Advertisement

Pengurus IKA UNRI Jabodetabek Matangkan Program Kerja, Siapkan Simposium dan Dukung Techno Park



Pengurus Ikatan Alumni Universitas Riau atau IKA UNRI Jabodetabek menggelar pertemuan pada Minggu (17/5) di Hotel Grand Kasiran Jakarta Selatan. Pada kesempatan itu dibahas perencanaan program dan sejumlah isu yang bisa dioptimalkan untuk mendorong kemajuan Riau. 

Ketua IKA UNRI Jabodetabek, Agustaviano Sofjan, menyampaikan sejumlah gagasan yang diharapkan dapat menjadi arah gerak organisasi ke depan. Salah satu fokus utama adalah semangat kolaborasi dalam membangun kemajuan daerah melalui tata kelola yang baik, investasi, dan pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya menghadirkan program yang nyata dan memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat. Dalam paparannya, Agustaviano juga menyampaikan rencana penyelenggaraan symposium bertajuk “Bangun Riau Baru yang Maju”.

"Kita mendorong program yang kolaboratif dengan multi-pihak dan mendorong keberlanjutan dan memajukan tradisi budaya melayu," ujar Agustaviano. 

Semangat keberlanjutan juga menjadi perhatian penting dalam pertemuan tersebut. Program yang dirancang diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama semata, tetapi mampu menghasilkan dampak konkret di bidang ekonomi, sosial, pariwisata, lingkungan hidup, hingga penguatan budaya Melayu Riau.

Dalam sesi yang sama, Bendahara IKA UNRI Jabodetabek Zulbadri turut menyampaikan laporan keuangan pelaksanaan kegiatan Halal Bi Halal yang sebelumnya digelar di The Radiant Hotel pada 26 Mei 2026. Menurut Zulbadri transparansi dalam anggaran menjadi salah satu komitmen yang didorong dan dikuatkan oleh pengurus. Ia mengatakan dari kegiatan Halal Bi Halal tercatat total pemasukan sebesar Rp48,3 juta dan total pengeluaran sekitar Rp43 juta.

Pengurus juga menyampaikan bahwa saat ini IKA UNRI Jabodetabek telah memiliki rekening bank organisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan transparansi keuangan organisasi.

Pertemuan tersebut juga diwarnai dengan penyampaikan bahan diskusi dari para alumni terkait arah program kerja dan isu prioritas yang perlu didorong oleh organisasi ke depan. Ira Guslina misalnya, menyampaikan bahan diskusi mengenai peran strategis Riau dalam menarik investasi.

Sementara itu, Afri Asnelly memaparkan praktik-praktik baik pengembangan technopark di berbagai universitas dunia. Adapun Andreas Dipi Pareira menjelaskan kesiapan infrastruktur Riau serta berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung visi menuju Riau yang lebih maju.

Dalam paparannya, Andreas mengatakan dalam mendorong peningkatan infrastruktur diperlukan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Selain itu perlu penguatan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota untuk mempercepat pertumbuhan dan mendorong kemajuan. 

Pada pertemuan itu. alumni Unri Poniman mengemukakan potensi fiskal Riau yang bisa menjadi dasar dalam mendorong pembangunan. Menurut Poniman salah satu poin yang perlu dimanfaatkan pemerintah Riau adalah dengan mendorong pendapatan asli daerah (PAD) dengan mengoptimalkan potensi. 

Selain paparan, alumni Unri yang hadir juga menyampaikan berbagai pemikiran yang bisa dioptimalkan baik di bidang pariwisata, industri, pendidikan dan pembangunan infrastruktur. 

Terkait dengan rencana pembangunan Techno Park di Universitas Riau pada pertemuan juga dibahas mengenai model yang cocok dan bisa dikembangkan. Salah satu alumni Unri yang juga bergiat di bidang energi terbarukan WIjayanto menyampaikan format yang bisa didorong untuk mengoptimalkan keberadaan Tecno Park di Unri. 

Melalui forum ini, IKA UNRI Jabodetabek berharap dapat memperkuat kontribusi alumni dalam menghadirkan gagasan, jejaring, dan kolaborasi nyata bagi pembangunan Riau yang progresif dan berkelanjutan.***


Post a Comment

0 Comments