Jakarta- IKA UNRI Jabodetabek terus memperluas jejaring kolaborasi strategis guna mendukung pembangunan daerah dan penguatan peran alumni dalam pembangunan Riau. Komitmen tersebut tercermin melalui dua pertemuan penting yang digelar pada awal Mei 2026 bersama jajaran United Cities and Local Governments Asia-Pacific) UCLG ASPAC dan perwakilan Pemerintah Provinsi Riau.
Pada 4 Mei 2026, jajaran pengurus IKA UNRI Jabodetabek melakukan pertemuan di kantor UCLG ASPAC dan disambut langsung oleh Sekretaris Jenderal Bernadia Tjandradewi serta Kepala CLG Institute Bambang Susantono.
Dalam diskusi tersebut, Sekjen UCLG ASPAC menjelaskan peran organisasi dalam mendukung penguatan tata kelola perkotaan, kabupaten, hingga provinsi di kawasan Asia Pasifik, mulai dari aspek sosial-ekonomi, budaya, lingkungan hidup, hingga pariwisata. UCLG ASPAC juga membuka peluang bagi Provinsi Riau untuk bergabung sebagai bagian dari jejaring pemerintah lokal Asia Pasifik.
“Pemerintah daerah perlu didukung oleh tim yang siap untuk memanfaatkan kesempatan yang terbuka dan ini butuh komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bernadia dalam diskusi.
UCLG ASPAC merupakan organisasi regional terbesar di Asia-Pasifik yang menghimpun dan mewakili lebih dari 7.000 pemerintah daerah, menjadi wadah kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan advokasi kebijakan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan, tata kelola pemerintahan yang demokratis, serta memperkuat peran kota dalam komunitas internasional.
Selain itu, UCLG ASPAC menyatakan kesiapan mendukung penyelenggaraan simposium yang diinisiasi IKA UNRI Jabodetabek. Dukungan tersebut mencakup pemanfaatan jejaring kerja internasional UCLG ASPAC guna memperkaya hasil dan rekomendasi simposium nantinya.
Dalam kesempatan itu, Ketua CLG Institute Bambang Susantono menjelaskan pentingnya agar simposium tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, forum tersebut idealnya mampu menghasilkan minimal dua program konkret yang berdampak langsung dan berkelanjutan bagi pembangunan daerah.
Pembahasan juga menyinggung gagasan pengembangan technopark di Kampus Universitas Riau. Bambang Susantono menyarankan agar konsep tersebut dipelajari secara komparatif dengan berbagai technopark yang telah berkembang di kampus-kampus dalam maupun luar negeri.
Sementara itu Ketua IKA UNRI Jabodetabek Agustaviano Sofjan menyatakan seluruh alumni UNRI yang ada di Jakarta siap untuk mendorong berbagai kolaborasi dengan mendorong Riau baru yang maju. Menurut Agus, hasil pertemuan akan segera dibahas dan ditindaklanjuti dalam program yang lebih kongkret.
“Lewat program yang nanti disiapkan kita berharap bisa mendorong kolaborasi lintas sektor di bidang pendidikan, ekonomi-sosial, lingkungan, dan sosial budaya serta tata kelola pemerintahan.,” ujar Agustaviano.
Selain Agustaviano, kegiatan juga dihadiri perwakilan pengurus IKA UNRI Jabodetabek yaitu Andreas Dipi Patria, Zulbadri, Ira Guslina Sufa, Yenita Lisna, Yenilawati, Nelvi Hanova, Darma Prihartoni Oktafiandi, Alizar, dan Louise Jauhari.
Secara umum, kedua belah pihak sepakat bahwa Riau memiliki potensi besar yang perlu dikelola secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas. Kehadiran alumni dari berbagai profesi dan jejaring strategis dinilai dapat menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Pertemuan dengan Pansus PAD Riau
Sehari setelahnya, pada 5 Mei 2026, IKA UNRI Jabodetabek kembali menggelar pertemuan lanjutan bersama Ketua Pansus PAD DPRD Provinsi Riau Abdullah di BeatRiss Resto, Senayan. Pertemuan juga diikuti perwakilan pengurus IKA UNRI Jabodetabek yaitu Poniman dan Tio Rizky menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi, koordinasi alumni, sekaligus tindak lanjut pembahasan sebelumnya bersama UCLG ASPAC.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Panitia Khusus (Pansus) PAD DPRD Riau Abdullah menyampaikan dukungannya terhadap rencana penyelenggaraan simposium yang digagas IKA UNRI Jabodetabek. Ia mendorong agar proposal kegiatan segera disusun sebagai bahan pembicaraan lanjutan bersama Gubernur Riau.
Rencananya, simposium akan dilaksanakan pada Oktober 2026, sebelum pelaksanaan kongres UCLG di China. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, jejaring, dan peluang kerja sama pembangunan daerah.
Terkait peluang keanggotaan Riau di UCLG, UCLG ASPAC juga akan mengirimkan dokumen informasi resmi mengenai hak, kewajiban, serta manfaat keanggotaan kepada Abdullah sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Provinsi Riau.
Dalam diskusi turut dibahas target Pemerintah Provinsi Riau untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi Rp10 triliun pada tahun 2027 dari posisi saat ini sekitar Rp7 triliun. Menyikapi hal tersebut, IKA UNRI Jabodetabek mengusulkan agar Pemprov Riau mulai menyiapkan proposal investasi yang nantinya dapat dipresentasikan pada forum internasional UCLG.
Sebagai tindak lanjut, IKA UNRI Jabodetabek akan segera menyusun proposal simposium sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan forum tersebut dapat menghasilkan langkah-langkah konkret bagi pembangunan Riau ke depan.



0 Comments