Skip to main content

Sticky Advertisement

Bertemu dengan Pansus PAD Riau, Ketua IKA UNRI Jabodetabek Bahas Peluang Tingkatkan Investasi





Jakarta- Di tengah tekanan fiskal akibat fluktuasi dana transfer pusat dan volatilitas penerimaan daerah Propinsi Riau langkah strategis dilakukan Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Provinsi Riau dengan menjalin komunikasi bersama Ketua IKA UNRI Jabodetabek, Agustaviano dalam kapasitasnya sebagai diplomat senior Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan pernah menjabat sebagai Direktur  Pembangunan, ekonomi dan LH kemlu, serta Konsul Jenderal (Konjen) di Ho chi minh city Vietnam

Pertemuan ini membahas peluang peningkatan investasi sebagai salah satu solusi memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Apalagi saat ini kondisi APBD Riau dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan serius. Pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) berdampak pada terbatasnya ruang fiskal pemerintah daerah.

Melihat situasi tersebut, Ketua Pansus PAD, Abdullah menilai bahwa peningkatan pajak daerah saja belum cukup menutup kebutuhan fiskal. Riau membutuhkan sumber pertumbuhan baru melalui investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Riau harus mulai agresif membuka peluang investasi dan membangun jejaring strategis. Karena itu kami berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh alumni yang memiliki pengalaman dan jaringan luas,” ujar Abdullah seperti dikutip dari keterangan resmi.

Dalam pertemuan itu, Agustaviano menyampaikan bahwa Riau memiliki potensi besar untuk menarik investor, asalkan mampu menawarkan konsep pembangunan yang jelas, terukur, dan berkelanjutan. Menurutnya, Riau tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan komoditas mentah. 

Lebih jauh ia mengatakan daerah perlu fokus pada hilirisasi industri sawit, pengembangan sektor kehutanan ramah lingkungan, energi terbarukan serta penguatan kawasan pesisir sebagai pusat logistik dan perdagangan regional.

“Riau memiliki sumber daya besar dan posisi strategis. Yang dibutuhkan sekarang adalah kemudahan investasi, promosi yang tepat, dan eksekusi yang cepat,” kata Agustaviano.

Sebagai tindak lanjut, pertemuan tersebut juga membahas gagasan pembentukan Tim Percepatan Investasi Riau yang diharapkan mampu mengurai hambatan birokrasi, mempercepat perizinan, menyiapkan lahan industri yang clean and clear, serta menghadirkan insentif fiskal dan non-fiskal bagi investor.

Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Riau diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang kompetitif sehingga menarik minat pelaku usaha nasional maupun internasional.

Ketua Pansus PAD menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Justru kondisi saat ini menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk para alumni, untuk berkolaborasi membangun Riau.

“Riau yang mandiri secara fiskal dan sejahtera masyarakatnya bukan hal mustahil. Dengan sinergi, kerja nyata, dan investasi yang tepat sasaran, kita optimistis target itu bisa dicapai,” tutupnya.


Post a Comment

0 Comments